Rabu, 10 Desember 2014

Unsur Serapan (Bagian IV)



Kaidah ejaan yang berlaku bagi unsur serapan yang telah dipaparkan pada tulisan-tulisan sebelumnya, memberikan gambaran bahwa kata-kata asing yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia, ada yang mengalami perubahan dan juga ada yang tidak berubah. Makna dari kata hasil serapan, tidak akan jauh berbeda dengan kata asing yang diserapnya.

Selain pegangan berupa kaidah ejaan bagi unsur serapan tersebut, maka sebagai tambahan, pada tulisan kali ini, akan diberikan kaidah-kaidah unsur serapan yang penyesuaiannya ke dalam bahasa Indonesia, hanya terletak pada bagian akhir kata atau akhiran, dimana akhiran ini diserap sebagai bagian kata yang utuh. Kata seperti efektif, implementasi, dan standarisasi diserap secara utuh di samping kata efek, implemen, dan standar. Berikut ini disajikan akhiran-akhiran asing serta penyesuaiannya dalam bahasa Indonesia.

-aat (berasal dari bahasa Belanda) menjadi -at
Contoh:
advocaat   -   advokat

-age menjadi -ase
Contoh:
percentage   -   persentase

-al, -eel, -aal (berasal dari bahasa Belanda) menjadi -al
Contoh:
formal, formeel   -   formal
normal, normaal   -   normal

-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Anda tertarik untuk menggunakan jasa editing tulisan…???
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

-ant menjadi -an
Contoh:
accountant   -   akuntan

-archy, -archie (berasal dari bahasa Belanda) menjadi -arki
Contoh:
anarchy, anarchie   -   anarki

-ary, -air (berasal dari bahasa Belanda) menjadi -er
Contoh:
primary, primair   -   primer

-(a)tion, -(a)tie (berasal dari bahasa Belanda) menjadi -si atau -asi
Contoh:
action, actie   -   aksi
publication, publicatie   -   publikasi

-eel (berasal dari bahasa Belanda) menjadi -el
Contoh:
materieel   -   materiel
moreel   -   morel

-ein tetap -ein
Contoh:
protein   -   protein

-ic, -ics, -ica, -ique, -iek (berasal dari bahasa Belanda) menjadi -ik atau -ika
Contoh:
logic, logica   -   logika
physics, physica   -   fisika
technique, techniek   -   teknik

-ic, -isch (berasal dari adjektiva bahasa Belanda) menjadi -ik
Contoh:
electronic, electronisch   -   elektronik

-ical, -isch (berasal dari bahasa Belanda) menjadi -is
Contoh:
economical, economisch   -   ekonomis

-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Anda tertarik untuk menggunakan jasa editing tulisan…???
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

-ile, -iel menjadi -il
Contoh:
mobile, mobiel   -   mobil

-ism, -isme (berasal dari bahasa Belanda) menjadi -isme
Contoh:
modernism, modernisme   -   modernisme

-ist menjadi -is
Contoh:
egoist   -   egois

-ive, -ief (berasal dari bahasa Belanda) menjadi -if
Contoh:
descriptive, descriptief   -   deskriptif

-logue menjadi -log
Contoh:
dialogue   -   dialog

-logy, -logie (berasal dari bahasa Belanda) menjadi -logi
Contoh:
analogy, analogie   -   analogi

-loog (berasal dari bahasa Belanda) menjadi -log
Contoh:
analoog   -   analog

-oid, -oide (berasal dari bahasa Belanda) menjadi -oid
Contoh:
anthropoid, anthropoide   -   anthropoid

-oir(e) menjadi -oar
Contoh:
trotoir   -   trotoar
repertoire   -   repertoar

-or, -eur (berasal dari bahasa Belanda) menjadi -ur atau -ir
Contoh:
director, directeur   -   direktur
amateur   -   amatir

-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Anda tertarik untuk menggunakan jasa editing tulisan…???
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

-or tetap -or
Contoh:
corrector   -   korektor

-ty, -teit (berasal dari bahasa Belanda) menjadi -tas
Contoh:
university, universiteit   -   universitas

-ure, -uur (berasal dari bahasa Belanda) menjadi -ur
Contoh:
structure, struktuur   -   struktur

[Habis]


Referensi:

Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia, 2000, “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD)”, Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.



Salam Ceria…!!!  ^_^

Sabtu, 08 November 2014

Unsur Serapan (Bagian III)



Kelanjutan dari berbagai macam kaidah ejaan yang berlaku bagi unsur serapan, masih diteruskan dalam tulisan kali ini.

Silahkan… Mari kita cermati dengan seksama…!!!

u tetap u
Contoh:
institute   -   institut
structure   -   struktur

ua tetap ua
Contoh:
aquarium   -   akuarium
dualism   -   dualisme

ue tetap ue
Contoh:
duet   -   duet

ui tetap ui
Contoh:
equinox   -   ekuinoks

-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Anda tertarik untuk menggunakan jasa editing tulisan…???
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

uo tetap uo
Contoh:
quota   -   kuota

uu menjadi u
Contoh:
vacuum   -   vakum

v tetap v
Contoh:
television   -   televisi
vitamin   -   vitamin

x pada awal kata, tetap x
Contoh:
xenon   -   xenon
xylophone   -   xilofon

xc di depan e dan i menjadi ks
Contoh:
excess   -   ekses
excitation   -   eksitasi

xc di depan a, o, u, dan huruf konsonan menjadi ksk
Contoh:
excavation   -   ekskavasi
excommunication   -   ekskomunikasi
excursion   -   ekskursi
exclusive   -   eksklusif

y tetap y jika lafalnya y
Contoh:
yen   -   yen
yuan   -   yuan

y menjadi y jika lafalnya i
Contoh:
dynamo   -   dinamo
psychology   -   psikologi

-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Anda tertarik untuk menggunakan jasa editing tulisan…???
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

z tetap z
Contoh:
zodiac   -   zodiak
zygote   -   zigot

Selain itu, ada beberapa kaidah ejaan yang berlaku bagi unsur serapan, dimana konsonan ganda menjadi tunggal.
Misalnya:
accu   -   aki
commision   -   komisi
effect   -   efek
Akan tetapi,
mass   -   massa

Catatan:
1) Unsur pungutan yang sudah lazim dieja sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia, tidak perlu lagi diubah.
Misalnya: hadir, kabar, sentral, telepon dan lain sebagainya.
2) Sekalipun dalam ejaan yang disempurnakan, huruf “q” dan “x” diterima sebagai bagian abjad bahasa Indonesia, unsur yang mengandung kedua huruf tersebut diubah ke dalam bahasa Indonesia menurut kaidah ejaan yang telah diuraikan sebelumnya. Kedua huruf tersebut digunakan dalam pemakaian tertentu saja, seperti dalam pembedaan nama dan istilah khusus.

Bersambung …


Referensi:

Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia, 2000, “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD)”, Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.



Salam Ceria…!!!  ^_^