Sabtu, 08 November 2014

Unsur Serapan (Bagian III)



Kelanjutan dari berbagai macam kaidah ejaan yang berlaku bagi unsur serapan, masih diteruskan dalam tulisan kali ini.

Silahkan… Mari kita cermati dengan seksama…!!!

u tetap u
Contoh:
institute   -   institut
structure   -   struktur

ua tetap ua
Contoh:
aquarium   -   akuarium
dualism   -   dualisme

ue tetap ue
Contoh:
duet   -   duet

ui tetap ui
Contoh:
equinox   -   ekuinoks

-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Anda tertarik untuk menggunakan jasa editing tulisan…???
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

uo tetap uo
Contoh:
quota   -   kuota

uu menjadi u
Contoh:
vacuum   -   vakum

v tetap v
Contoh:
television   -   televisi
vitamin   -   vitamin

x pada awal kata, tetap x
Contoh:
xenon   -   xenon
xylophone   -   xilofon

xc di depan e dan i menjadi ks
Contoh:
excess   -   ekses
excitation   -   eksitasi

xc di depan a, o, u, dan huruf konsonan menjadi ksk
Contoh:
excavation   -   ekskavasi
excommunication   -   ekskomunikasi
excursion   -   ekskursi
exclusive   -   eksklusif

y tetap y jika lafalnya y
Contoh:
yen   -   yen
yuan   -   yuan

y menjadi y jika lafalnya i
Contoh:
dynamo   -   dinamo
psychology   -   psikologi

-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Anda tertarik untuk menggunakan jasa editing tulisan…???
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

z tetap z
Contoh:
zodiac   -   zodiak
zygote   -   zigot

Selain itu, ada beberapa kaidah ejaan yang berlaku bagi unsur serapan, dimana konsonan ganda menjadi tunggal.
Misalnya:
accu   -   aki
commision   -   komisi
effect   -   efek
Akan tetapi,
mass   -   massa

Catatan:
1) Unsur pungutan yang sudah lazim dieja sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia, tidak perlu lagi diubah.
Misalnya: hadir, kabar, sentral, telepon dan lain sebagainya.
2) Sekalipun dalam ejaan yang disempurnakan, huruf “q” dan “x” diterima sebagai bagian abjad bahasa Indonesia, unsur yang mengandung kedua huruf tersebut diubah ke dalam bahasa Indonesia menurut kaidah ejaan yang telah diuraikan sebelumnya. Kedua huruf tersebut digunakan dalam pemakaian tertentu saja, seperti dalam pembedaan nama dan istilah khusus.

Bersambung …


Referensi:

Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia, 2000, “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD)”, Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.



Salam Ceria…!!!  ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar