Pada
tulisan kali ini, kami akan melanjutkan beberapa kaidah terkait penulisan angka dan lambang
bilangan. Kaidah-kaidah tersebut adalah sebagai berikut.
7.
Penulisan lambang
bilangan yang mendapat akhiran “-an”, contohnya dapat dilihat sebagai berikut.
- tahun ’70-an atau tahun tujuh puluhan
- uang 500-an atau uang lima ratusan
- uang sepuluh 2000-an atau uang sepuluh dua ribuan
8.
Lambang bilangan
yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali
jika beberapa lambang bilangan digunakan secara berurutan. Contoh penggunaan
kaidah ini diberikan sebagai berikut.
- Susi menyaksikan peristiwa itu sebanyak dua
kali.
- Pak Amir menjual lima puluh unit alat peraga
kesehatan.
- Dari 100 peserta yang hadir, 75 orang
menyatakan sanggup, 20 orang menyatakan tidak sanggup, dan 5
orang belum memberikan keputusan.
- Budi membeli beberapa peralatan pendukung yang
terdiri atas 10 meja tulis, 20 kursi, dan 2 papan tulis.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Anda tertarik untuk
menggunakan jasa editing tulisan…???
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
9. Lambang bilangan
pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat diubah
sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak
terdapat pada awal kalimat.
Misalnya:
- Sepuluh
orang yang terlibat dalam kasus tersebut sudah ditangkap.
(Bukan: 10 orang yang terlibat dalam kasus
tersebut sudah ditangkap.)
- Bu Ana memiliki 150 jenis tanaman di kebun.
(Bukan: 150 jenis tanaman di kebun dimiliki
Bu Ana.)
(Bukan: Seratus lima puluh jenis tanaman di
kebun dimiliki Bu Ana.)
10. Angka yang menunjukkan bilangan utuh yang besar
dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca.
Misalnya:
- Orang itu berhasil mendapatkan hadiah sebesar 100
juta rupiah.
- Hasil korupsi yang dilakukan pejabat tersebut
mencapai 2 milyar rupiah.
11. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf
sekaligus dalam teks, kecuali di dalam dokumen resmi, seperti akta dan kuitansi.
Misalnya:
- Pemilik toko itu mempekerjakan
lima belas orang karyawan.
(Bukan: Pemilik toko
itu mempekerjakan 15 (lima belas) orang karyawan.)
- Perpustakaan itu
mempunyai 250 jenis buku dari berbagai disiplin ilmu.
(Bukan: Perpustakaan
itu mempunyai 250 (dua ratus lima puluh) jenis buku dari berbagai
disiplin ilmu.)
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Anda tertarik untuk
menggunakan jasa editing tulisan…???
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
12. Apabila bilangan dilambangkan dengan angka dan
huruf, maka penulisannya harus tepat.
Misalnya:
- Kami lampirkan tanda terima uang sebesar Rp595,25
(lima ratus sembilan puluh lima dan dua puluh lima perseratus rupiah).
atau
- Kami lampirkan tanda terima uang sebesar 595,25
(lima ratus sembilan puluh lima dan dua puluh lima perseratus) rupiah.
[Habis]
Referensi:
Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan, 1988, “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang
Disempurnakan (EYD)”, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Balai Pustaka,
Jakarta.
Salam
Ceria…!!! ^_^